Wednesday, February 2, 2022

Hipokrit.

 

---


Begitu mudah lisan mengaku sayang, namun sikap sering hadirkan luka. Mungkin hati tulus memberikan cinta namun perilaku tidak enak dirasa. Berukhuwah itu berlandaskan cinta kerana Allah semata. Lantas bila benar-benar cinta mampukah diri berbuat yang sesuai dengan ajaranNya?

Bertutur santun kala bersapaan. Menebar senyum kala berpapasan. Berbincang penuh kelembutan. Dan raut wajah nampak cerah memesonakan.

Jangan pernah sengaja bersikap tidak sopan. Jangan pernah serta merta berbahasa yang mengandung kebencian. Apalagi menampakkan raut wajah penuh permusuhan.


--


Apa yang mau dicari, ketika keburukan cermin hati terbaca teman kita? Atau kita bangga dengan hawa nafsu yang sudah mendominasi hati kita? Amarah yang penuh kesumat telah mengikis kesucian jiwa. Padahal bersaudara dengan orang beriman sangat banyak kemanfaatan. Menjaga kita dari kesesatan, menjadi jalan menuju keselamatan, dan di akhirat berhimpun dalam syurga yang penuh keindahan,


Nasihat indah seorang ulama, Yahya bin Mu'adz Ar Razi berkata,

"Hendaknya kamu mempunyai tiga sikap terhadap sesama mukmin; Jika kamu belum mampu memberinya manfaat, maka janganlah kau beri kesusahan. Jika kamu belum mampu membuatnya gembira, janganlah kamu buat sedih. Dan jika kamu belum boleh memujinya, maka janganlah kamu mencela."


-


Mudah.

Indah.

InsyaAllah penuh berkah.

Bila kita menjaga ukhuwah dengan akhlakul karimah.


🌷




P/s : Ya hayyu ya qayyum, birahmatika astaghis.



No comments: